The effectivity of dragon fruit extract as UV protectant fo Bacillus thuringiensis fusions against cabbage cluster caterpillar, Crocidolomia binotalis (Lepidoptera: Crambidae)

Aplikasi agensia hayati di lapangan menghadapi permasalahan yang disebabkan oleh ultraviolet sinar matahari. Sinar ini menyebabkan agensia menjadi cepat terdegradasi, dan cepat sekali menjadi tidak efektif. Ekstrak buah naga diharapkan dapat meningkatkan ketahanan agensia di lapangan.

File poster dapat diunduh pada tautan berikut : poster draft_pdf

Ayoo kita mengenal serangga hama dan serangga musuh alami tanaman padi: Hama padi penggerek batang pada (Scirpophaga) atau sundep

Penulis: Sukirno

Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM

Video 2017 pada saat field trip pada komunitas tanaman padi di Muntilan Magelang (https://youtu.be/VXBHxIPI7pg)

Padi merupakan tanaman makanan pokok masyarakat Indonesia. Produksi padi saat ini masih belum mencukupi kebutuhan dalam negeri, sehingga pemerintah masih mengimport dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan. Budidaya tanaman padi menghadapi beberapa masalah yang disebabkan oleh serangga hama, seperti hama penggerek batang padi, walang sangit, belalang dan lain-lain. Serangga hama ini merusak tanaman padi pada fase-fase tertentu sehingga mengakibatkan penurunan produksi gabah. read more

Ulat cendana, si kupu cantik yang belum banyak dikenal

Penulis: Sukirno

Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM

Ulat cendana yang memiliki nama latin Delias pasithoe merupakan kupu berukuran medium dan berwarna menarik. Di Indonesia, ulat cendana ini masih belum dimasukkan pada daftar serangga yang hidup pada cendana. Kupu cantik ini pada awalnya ditemukan secara tidak sengaja oleh penulis pada tanaman cendana di sekitar Kampus Fakultas Biologi UGM.

Telur diletakkan kupu betina secara berkelompok (15 – 52 telur/ kelompok) pada permukaan atas daun cendana yang masih muda. Setelah 4 – 5 hari, telur menetas dan larva muda akan memakan daun tempat diletakkannya telur. Larva hidup dan makan secara bergerombol. Pada stadium telur, kupu cendana rentan terhadap parasitasi Trichogramma spp., yaitu tabuhan berukuran kecil yang bereproduksi dengan strategi sebagai endoparasit serangga lain. Tabuhan betina parasitoid ini menginfeksikan telurnya ke dalam telur kupu cendana, sehingga telur mati dan tidak menetas. read more

Perkembangan populasi serangga pada tanaman cabai di Yogyakarta

Penulis: RC. Hidayat Soesilohadi, PBPH Wijaya, dan B. Santoso

Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM

ABSTRAK

Keragaman dan populasi serangga  pada komunitas cabai memberi gambaran bagaimana pola perkembangan keragaman serta kemelimpahan populasi serangga. Serangga yang memanfaatkan komunitas cabai dapat dikategorikan dari potensi peran di dalam komunitas. Penelitian dilakukan di KP4-UGM pada area seluas 1.500 m2. Varietas cabai ditanam Capsicum. annuum var. Tn 99.  Pengamatan dilakukan sepanjang umur tanaman dimulai sejak cabai ditanam di bedeng. Serangga dikoleksi sebagai sampel dari area tersebut. Jenis serangga dan cacah individu dihitung setiap minggu. Pengukuran suhu, curah hujan, kelembaban udara dilakukan selama penelitian. Identifikasi serangga di lakukan di Lab. Entomologi Fakultas Biologi UGM dan Lab Entomologi Puslit Biologi LIPI, Cibinong. Perkembangan populasi dianalisis secara time series dengan memplot antara waktu sbg sb-x, dan jumlah takson sebagai sb-y. Hasil sementara menunjukkan sampai dengan tanaman cabai berusia 110 hari dikoleksi 10 Ordo serangga, yaitu Ordo Hemiptera, Coleoptera, Orthoptera, Diptera, Hymnenoptera, Odonata, Mantodea, dan Ordo Lepidoptera. Sampai dengan saat ini masih dilakukan pengambilan sampel dan identifikasi akan dilakukan pada Bulan Desember 2013 di Laboratorium Entomologi Puslit Biologi LIPI, Cibinong. read more

Kerentanan ulat kobis Plutella xylostella dan Helicoverpa armigera dari Kopeng dan Klaten terhadap Bacillus thuringiensis

Penulis: Siti Sumarmi

Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM

Gambar. Kerusakan krop kobis yang disebabkan oleh ulat kobis (dokumentasi field trip Kopeng 2017)

Resistensi adalah suatu kenyataan, penggunaan insektisida kimia yang telah diketahui menimbulkan dampak negatip terhadap lingkungan, kesehatan manusia dan resisten terhadap serangga telah mempengaruhi para ahli untuk mencari alternatip dalam upaya pengendalian serangga hama yang lebih spesifik dan aman. Seperti penggunaan  penyakit serangga, karena seperti pada manusia dan hewan lain, serangga dapat terinfeksi organisme seperti bakteri, virus dan fungi. Dalam kondisi tertentu misalnya kelembaban yang tinggi  atau jumlah populasi meningkat maka serangga dapat terserang penyakit, sehingga sehingga organisme penyakit serangga sangat penting digunakan untuk pengendalian serangga hama secara alami. read more

Potensi nematoda entomopatogen sebagai agensia pengendalian hayati hama serangga

Penulis: Sukirno

Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM

Gambar. Steinernema carpocapsae entomopathogen pada beberapa jenis hama serangga (Gambar diambil dari http://www.nuetzlinge.de)

Selain harganya mahal, penggunaan insektisida kimia dikenal menyebabkan dampak negatif untuk kesehatan dan kualitas lingkungan. Untuk mengurangi ketergantungan dan dampak penggunaan insektisida kimia, pemerintah telah mencanangkan teknologi pengendalian hama terpadu (PHT) melalui peraturan pemerintah No. 6 tahun 1995 tentang perlindungan tanaman, UU No. 12 tahun1992 tentang sistem budidaya tanaman, dan keputusan menteri pertanian No. 887/ Kpts/ OT/ 9/ 1997 tentang pedoman pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) (Setiawati dkk. 2004). Salahsatu komponen PHT adalah pengendalian hama secara hayati menggunakan musuh alami (parasit dan predator) dan patogen (virus, jamur, dan bakteri serta nematoda entomopatogen). Nematoda entomopatogen membunuh hama serangga karena berperan sebagai endoparasit, khususnya pada dinding usus, tubulus malphigi, ovarium dan hemocoel. read more